Tinjauan umum SSP

Perhatian khusus penggunaan obat pada kehamilan adalah adanya resiko potensial terjadinya teratogenik pada bayi, walaupun sering menyebabkan teratogenik, banyak obat-obat yang tetap dapat digunakan dengan aman pada kehamilan.  Ada beberapa kesalah pahaman pada aturan penggunaan obat yang menyebabkan teratogenik ( Dipiro, 2000).

Walaupun terlihat aman untuk kehamilan, tetapi penting untuk memilih terapi yang tepat untuk keselamatan pengobatan pada kehamilan. Berbagai sumbar informasi yang tidak jelas tentang penggunaan obat pada kehamilan dapat meningkatkan resiko teratogenik. (Dipiro, 2000).

Satu sumber informasi yang digunakan tentang penggunaan suatu obat adalah Food and Drug Administration (FDA).  FDA menyediakan kategori obat yang digunakan untuk kehamilan, yang dapat bermanfaat untuk kehamilan.  Menurut FDA obat yang aman digunakan pada wanita hamil tergolong sangat sedikit, penggolongan obat berdasarkan FDA adalah sebagai berikut:

Kategori A : tidak ada bukti teratogen pada janin, tidak ada bukti resiko pada trimester akhir.

Kategori B : studi pada hewan menunjukkan tidak ada efek teratogen (jumlah hewan uji sedikit).

Kategori C : ada dugaan efek teratogenik pada hewan uji yang bersifat reversibel, obat diberikan hanya jika memberikan manfaat yang lebih besar dari pada resiko.

Kategori D : ada bukti teratogen pada hewan uji dan bersifat irreversible

Kategori X : studi pada hewan atau manusia menunjukkan gangguan pada janin. Penggunaan obat ini dikontraindikasikan pada wanita yang akan maupun sudah hamil.

ANTIDEPRESI

SSRIs

¨        Digunakan pada keadaan darurat

¨        Sebagai terapi utama masa kehamilan

¨        Data terbanyak menunjukkan bahwa Fluoxetine tidak meningkatka resiko malformasi,

¨        Informasi terbatas, terkait dengan pemberian SSRIs yang lain,

¨        Banyak SSRIs yang penggunaannya dapat ditoleransi pada wanita menyusui.

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Citalopram C Studi pada hewan berefek teratogen, Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin,

Jika digunakan pada wanita hamil lakukan tapering terapi selama trimester ke 3.

Masuk ASI,

Kontraindikasi

2. Escitalopram C Mempunyai efek teratogen pada hewan,

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin,

Jika digunakan pada wanita hamil lakukan tapering terapi selama trimester ke 3.

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

3. Fluoxetine C Melewati plasenta,

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin,

Jika digunakan pada wanita hamil lakukan tapering terapi selama trimester ke 3.

Tidak direkomendasikan
4. Fluvoxamine C Jika pengobatan selama kehamilan dibutuhkan, maka pertimbangkan untuk melakukan tapering terapi selama trimester ke 3;

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin,

Tidak ada bukti cukup dan studi yang dikontrol dengan baik pada wanita hamil.

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

5. Paroxetine D Tidak diamati pada hewan,

Berdasarkan studi epidemiologi secara retrospektif menunjukkan resiko malformasi kongenital,

Tidak ada studi yang cukup pada wanita hamil.

Masuk ASI.
6. Sertraline C Tidak diamati pada hewan,

Berdasarkan studi epidemiologi secara retrospektif menunjukkan resiko malformasi kongenital,

Tidak ada studi yang cukup pada wanita hamil.

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

SNRIs

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Venlafaxin C Studi pada hewan berefek teratogen,

Tidak direkomendasikan,

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin,

Jika digunakan pada wanita hamil lakukan tapering terapi selama trimester ke 3,

Tidak ada bukti yang cukup pada wanita hamil

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

2. Bupropion B Tidak ada banyak studi. Tidak direkomendasikan.
3. Nefazodone C
4. Trazodone C Gunakan secara hati-hati.
5. Maprotiline B
6. Mirtazepine C Studi pada hewan tidak memperlihatkan efek teratogen, namun bagaimanapun juga terdapat kerugian dan penurunan angka kelahiran,

Jiak diperlukan, maka selama kehamilan gunakan untuk tujuan yang jelas.

Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

TCAs

¨      Telah lama digunakan pada wanita hamil,

¨      Banyak studi prospektif dan retrospektif yang menjelaskan bahwa TCAs aman untuk wanita hamil,

¨      Direkomendasikan karena efek samping antikolinergik rendah

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Amitriptyline C Studi pada hewan berefek teratogen,

Tidak direkomendasikan,

Melewati plasenta.

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

2. Clomipramine C Tidak ada  bukti cukup dan pengawasan studi dengan baik pada wanita hamil,

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin.

Masuk ASI,

Kontraindikasi.

3. Doxepine B  : untuk krim;

C : untuk semua bentuk sediaan.

Tidak diteliti adanya efek teratogenik pada hewan,

Tidak ada  bukti cukup dan pengawasan studi dengan baik pada wanita hamil,

Pengguanaan selama kehamilan hanya untuk tujuan yang jelas.

Melewati ASI,

Tidak direkomendasikan.

4. Imipramine D Melewati ASI,

Tidak direkomendasikan.

5. Trimipramine C Melewati ASI,

Kontraindikasi.

6. Desipramine C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

7. Nortriptyline D
8. Protriptyline C Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

MAOIs

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Phenelzine C Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

2. Tranylcypromine C Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

DIBENZOXAPINE

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Amoxapine C Masuk ASI,

Kontraindikasi.

ANTIPSIKOSIS

A.  GENERASI PERTAMA/ ANTIPSIKOSIS TIPIKAL/ KONVENSIONAL

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Chlorpromazine C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

2. Fluphenazine C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

3. Haloperisol C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

4. Loxapine C Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

5. Molindone C Keluar melalui ASI belum diketahui.
6. Mesoridazine C Masuk ASI,

Kontraindikasi.

7. Perphenazine C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

8. Thioridazine C Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

9. Thiothixene C Tidak direkomendasikan.
10. Trifluoperazine C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

  1. B.    GENERASI KEDUA/ ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL/ MODEREN
No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Aripiprazole C Didemonstrasikan terjadi toksisitas pada hewan,

Tidak ada bukti cukup dan studi yang dikontrol dengan baik pada wanita hamil,

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin.

Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

2. Clozapine C Studi pada hewan tidak terlihat efek teratogen, namun bagaimanapun juga tidak ada bukti cukup dan studi yang dikontrol dengan baik pada wanita hamil,

Penggunaan pada kehamialan hanya jika dibutuhkan secara jelas.

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

3. Olanzapine C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

4. Quetiapine C Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

5. Risperidone C Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

6. Ziprasidone C Didemonstrasikan terjadi toksisitas pada hewan,

Tidak ada bukti cukup dan studi yang dikontrol dengan baik pada wanita hamil,

Penggunaan pada kehamilan jika mempunyai potensi manfaat dengan resiko rendah pada ibu dan janin.

Keluar melalui ASI belum diketahui,

Tidak direkomendasikan.

ANTI PARKINSON

Agonis Dopamin

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Amantadine C Efek teratogenik diamati pada studi terhadap hewan, data pada manusia terbatas,

Kegagalan fertilitas telah dilaporkan selama studi pada hewan dan pada manusia secara in vitro.

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

2. Bromokriptin B Kontraindikasi pada wanita menyusui
3. Carbidopa C
4. Levodopa dan karbidopa C Studi pada hewan menunjukkan Efek teratogen, melewati plasenta manusia Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui, waspadai penggunaannya.
5. Levodopa dan Carbidopa dan entacapone C
6. Pramipeksol C Obat ini dapat menghambat pertumbuhan postnatal diamati pada hewan, tidak ada study yang cukup pada wanita hamil Ekskresi dalam ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan.
7. Pergolide B Ekskresi dalam ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan.
8. Ropinirole C Ekskresi dalam ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan.

MAOB Inhibitor

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Selegilline C Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui

Antikolinergik

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Benztropine C Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui
2. Orphenadrine C
3. Procyclidine C Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan
4. Triheksipenidil C Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui,waspadai penggunaannya.

COMT Inhibitor

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Entacapone C Tidak direkomendasikan pada wanita hamil Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui,waspadai penggunaannya.
2. Tolcapone C Ekskresi kedalam ASI tidak diketahui, kontraindikasi

ANTI INFLAMASI STEROID

Glukokortikoid

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Hidrokortison C Digunakan pada factor keuntungan > factor resiko / kerugian.

Dihindari atau perpanjangan penggunaan.

2. Prednisolon C Masuk ASI, wapadai penggunaan.
3. Prednison B Melewati plasenta.

Imunosupresi dilaporkan pada bayi pada penggunaan dosis tinggi + azathioprine.

Masuk ASI
4. Metil prednisolon C Eksresi ASI tidak diketahui
5. Betametason C Tertatogenik dilaporkan pada hewan.

Biasanya digunakan pada pasien untuk kelahiran premature, untuk menstimulasi maturasi paru-paru bayi.

Ekskresi pada ASI tidak diketahui, perhatian bila digunakan.
6. Deksametason C Melewati placenta, transient leukosit dilaporkan.

Tersedia bukti-bukti keamanan digunakan pada kehamilan.

Ekskresi ASI tidak diketahui
7. Triamsolon C Teratogenik pada hewan.

Digunakan dengan perhatian pada kehamilan.

Ekskresi ASI tidak diketahui dan perhatian bila digunakan.

Mineral Kortikoid

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Aldosteron
2. Fludokortison C Ekskresi ASI tidak diketahui

ANALGESIK NON STEROID

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Asetaminofen B Masuk ASI,

Dapat diberikan

2. Aspirin C/D

(dosis tinggi pada trimester ketiga)

Aspirin diketahui melewati plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi janin.

Secara umum dosis minimal aspirin yang digunakan selama kehamilan pada kondisi medis tertentu tidak menyebabkan gangguan pada janin, bagaimanapun juga penghentian terapi dengan aspirin direkomendasikan terutama saat mendekati kelahiran (trimester ketiga).  Sebaiknya pilih obat analgesik lain yang lebih aman penggunaannya pada ibu hamil.

Kontraindikasi terutama pada trimester ketiga.

Masuk ASI

Waspadai penggunaaannya.

3. Ibuprofen C/D pada trimester ketiga Kontraindikasi terutama pada trimester ketiga. Masuk ASI

Waspadai penggunaaannya.

4. Naproxen C/D pada trimester ketiga Kontraindikasi terutama pada trimester ketiga. Masuk ASI

Waspadai penggunaaannya.

5. Diklofenak B (sediaan topical)

C (oral)

C/D (trimester ketiga)

Kontraindikasi terutama pada trimester ketiga.

Pemberian diakhir masa kehamilan dapat menyebabkan premature dan menghambat kontraksi uterus

Ekskresi dalam ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan
6. Ergotamin X Menyebabkan perpanjangan kontraksi uterus dan meningkatkan irama miometrium sehingga menurunkan aliran darah plasenta.  Obat ini juga berkontribusi dalam menyebabkan retardasi pertumbuhan janin pada hewan.

Kontraindikasi pada wanita hamil

Masuk ASI,

Tidak direkomendasikan.

7. Dihidroergotamin X Obat ini bersifat oksitoksik dan seharusnya tidak digunakan selama kehamilan.

Kontraindikasi pada wanita hamil

Kontraindikasi pada wanita menyusui karena diekskresikan dalam ASI
8. Sumatriptan C Tidak ada studi terkait penggunaan obat ini pada wanita hamil, penggunaan hanya digunakan jika manfaat lebih besar daripada resiko yang mungkin ditimbulkan pada janin Masuk ASI

Waspadai penggunaaannya.

ANTIEPILEPSI

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Carbamazepin D Kontraindikasi pada wanita hamil

Melewati plasenta

Masuk ASI, tidak direkomendasikan
2. Fenobarbital D Kontraindikasi pada wanita hamil

Melewati plasenta

Masuk ASI, tidak direkomendasikan
3. Diazepam D Kontraindikasi pada wanita hamil

Melewati plasenta

Masuk ASI, tidak direkomendasikan
4. Klonazepam D Kontraindikasi pada wanita hamil, Melewati plasenta, menunjukkan efek teratogen pada hewan.  Penggunaan benzodiazepine digunakan selama masa kehamilan dikaitkan dengan kejadian malformasi kongenital Masuk ASI, tidak direkomendasikan
5. Fenitoin D Kontraindikasi pada wanita hamil, Melewati plasenta, dilaporkan dapat menimbulkan malformasi congenital yaitu fetal hidantoin syndrome pada bayi Masuk ASI, tidak direkomendasikan
6. Ethosuksimide C
7. Felbamate C
8. Gabapentin C Studi pada hewan menunjukkan efek teratogenik, tidak ada studi yang cukup pada ibu hamil, hanya digunakan pada jika memiliki manfaat yang lebih besar dengan resiko pada bayi yang minimal. Masuk ASI, waspadai penggunaannya
9. Lamotrigin C (Tidak direkomendasikan) Lamotrigin dapat menurunkan kadar folat pada studi hewan.  Efek teratogenik pada hewan tidak diketahui.  Efikasi dan keamanan pada ibu hamil tidak diketahui.  Penyesuaian dosis lamotrigin dibutuhkan selama kehamilan untuk menjaga respon klinis yang aman. Masuk ASI, waspadai penggunaannya.
10. Levetiracetam C Pada studi hewan diketahui dapat menimbulkan perkembangan toksisitas, tidak ada studi yang cukup pada wanita hamil Masuk ASI, tidak direkomendasikan
11. Okskarbamazepin C Melewati plasenta manusia.  Efek teratogenik telah ketahui pada studi hewan.  Oxcarbamazepin secara structural terkait dengan carbamazepin  yaitu memiliki efek teratogenik pada manusia, gunakan selama hamil hanya jika memiliki potensi yang menguntungkan dengan efek resiko yang tidak diinginkan lebih rendah. Masuk ASI, tidak direkomendasikan
12. Tiagabine C
13. Topiramate C Memiliki efek teratogenik pada studi hewan, terbatas informasi terkait penggunaan pada wanita hamil, gunakan hanya jika bermanfaat, data yang terbatas menunjukkan bahwa tiagabine tersebut masuk plasenta. Masuk ASI, tidak direkomendasikan.
14. Asam Valproat D Melewati plasenta, resiko defek neural terutama saat obat digunakan selama 30 hari diawal kehamilan. Masuk ASI, waspadai penggunaannya

ALZEIMER

No. Obat Faktor Resiko Kehamilan Menyusui
1. Donepezil C Efek teratogenik tidak diketahui dalam lstudi pada hewan.  Tidak ada data studi yang cukup terkait penggunaannya pada wanita hamil. Masuk ASI, tidak direkomendasikan.
2. Galantamin B Pada studi hewan, ada peningkatan kejadian gangguan skeletal ketika diberikan selama organogenesis.  Tidak ada studi yang cukup pada wanita hamil, sebaiknya galantamin hanya digunakan jika bermanfaat. Masuk ASI, tidak direkomendasikan.
3. Memantine B Teratogenik pada studi hewan tidak diketahui, tidak ada studi pada wanita hamil Eksresi pada ASI tidak diketahui, waspadai penggunaan
4. Rivastigmin B Tidak ada studi control yang cukup pada wanita hamil, hanya gunakan jika bermanfaat dengan resiko yang rendah pada fetus. Eksresi pada ASI tidak diketahui, waspadai penggunaan
5. Tacrine C Eksresi pada ASI tidak diketahui, tidak direkomendasikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s